Selasa, 06 Agustus 2013

Laporan Penurunan Titik Beku Larutan



Membandingkan Titik Beku Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

A.      Tujuan
Membandingkan Titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit pada kosentrasi sama.

B.      Dasar  Teori
Sifat Koligatif dalam kehidupan sehari-hari
                Sifat koligatif terutama titik beku dan tekanan osmosis memiliki banyak kegunaan dalm kehidupan sehari-hari. Beberapa aplikasi penurunan titik beku dapat mempertahankan kehidupan selam musim dingin. Aplikasi tekanan osmosis ditemukan di alam, kesehatan, dan dalam ilmu biologi.

1.       Aplikasi penurutan titik beku dalam membuat eskrim yang lembut.
Apa perbedaan es batu dengan es krim?es batu sangat keras dan tidak berasa karena es batu adalah air yang membeku. Es krim terasa lembut dan lezat. Berbagai bahan pembuat eskrim seperti gula, susu, coklat, mentega, dan garam berfungsi untuk menurunkan titik beku air. Meskipun es krim dingin , akan tetapi tidak membeku dan terasa lembut.
2.       Antibeku  untuk Mencairkan Salju.
setiap hujan salju terjadi, jalanan dipenuhi es salju. Hal itu menyebabkan kendaraan sulit melaju. Untuk mengatasinya, jalanan bersalju tersebut ditaburi campuran garam NaCl Dan CaCl2. Penaburan garam tersebut dapat mencairkan salju.semakin banyak garam yang ditaburkan, akan semakin banyak pula salju yang mencair.

C.      Alat
1.       Gelas kimia
2.       Tabung reaksi
3.       Pengaduk kaca, dan
4.       Thermometer.
Bahan
1.       Es batu,
2.        garam dapur padat,
3.        larutan CO(NH2)2, dan
4.        larutan NaCl.

D.      Langkah kerja
1.       Masukan pecahan kecil-kecil es batu dalam gelas kimia hingga 3/4 dan beri 10sendok garamdapur padat, aduk hingga rata!
2.       Masukan 10 mL larutan urea (CO(Na2)2) 1 molal padatabung reaksi kemudian masukan tabu ng reaksi tersebut kedalam gelas kimia yang berisi pecahan es!
3.       Aduklah larutan urea tersebut hingga membeku!
4.       Keluarkan tabung reaksi dari gelas kimia dan ganti pengaduk dengan thermometer!
5.       Ukur suhu kostanta dari urea tersebut dan cattat sebagai titik beku larutan !
6.       Ulangi langkah 1-5 untuk larutanan lainnya.

No
Zat Terlarut
Titik Beku (oC)
Penurunan Titik Beku/Tf (oC)
1
2
3
4
Urea CO(NH2) 2 1 molal
Urea CO(NH2) 2 2 molal
NaCl 1 molal
NaCl 2 molal
-1 oC
0 oC-(- 1 oC)= 1 oC
-3 oC
0 oC-(-3 oC)= 3 oC
-2 oC
0 oC-(-2 oC)= 2 oC
-5 oC
0 oC-(-5 oC)= 5 oC

E.       Pembahasan
Dari data di atas dapat diketahui bahwa pada kemolalan yang sama, larutan elektrolit (NaCl) memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan larutan non elektrolit {CO(NH2)2}. Hal ini dikarenakan, larutan elektrolit memiliki sifat koligatif larutan, yaitu kenaikan titik didih dan penurunan titik beku yang lebih besar dari pada larutan non elektrolit pada konsentarsi yang sama. Selain itu, suatu zat elektrolit akan mengalami disosiasi (penguraian) menjadi ion-ion (anion kation) dalam larutan. Garam dapur (NaCl) merupakan zat elektrolit, dan di dalam larutan NaCl akan mengalami ionisasi menjadi Na+ dan Cl-. Sedangkan urea CO(NH2)2 merupakan zat elektrolit yang dalam larutannya terdiri dari molekul-molekul urea dengan konsentrasi tetap. Oleh karena larutan elektrolit mengalami ionisasai, sehingga memiliki jumlah partikel yang lebih banyak dari pada larutan non elektrolit, maka sifat koligatif NaCl berbeda dengan sifat koligatif CO(NH2)2
.









F.       Permasalahan

1.       Pengaruh Kosentrasi terhadap titik beku larutan?
Jawab:
Semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin rendah titik bekunya.

2.       Perbedaan antara titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit ?
Jawab:
1)      Larutan elektrolit memiliki titik beku lebih rendah disbanding larutan non elektrolit karena larutan elektrolit dapat di ininisasikan ( terdiri dari 2 ion) sedangkan larutan nonelektrolit tidak dapat di ionisasikan.
2)      Titik beku larutan elektrolit dipengaruhi oleh jumblah ion yang terurai lebih banyak.

3.       Faktor – factor yang mempengaruhi titik beku larutan ?
Jawab:
Dipengaruhi oleh massa pelarut, massa zat yang terlarut, dan jumblah zat yang terionisasi.

G.     Kesimpulan

1.       Larutan elektrolit memiliki titik beku lebih rendah disbanding larutan nonelektrolit.
2.       Makin besar molalitas larutan, makin tinggi penurunan titik beku larutan.
3.       Titik beku pelarut murnilebih tinggi dari pada titik beku larutan.
4.       Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif lebih besar dari pada sifat koligatif nonelektrolit.
5.       Penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentarsi partikel dalam larutan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar